Saturday, September 4, 2021

Contact Me

Jika ada pertanyaan lebih lanjut, kalian bisa menghubungi salah satu kontakku berikut:

Tuesday, August 31, 2021

Benefit dan Fasilitas Kerja di BCA, Shopee, dan Traveloka

Halo, setelah bahas soal wawancara kerja di post sebelumnya (BCA, Shopee, Traveloka), kali ini aku mau bahas tentang benefit yang akan diterima jika bekerja di salah satu dari tiga perusahaan tersebut. Tapi nggak semua informasi bisa aku beberkan disini, karena sifatnya confidential

1. Bank Central Asia (BCA)

Siapa sih yang nggak mau kerja di BCA? Apalagi kata orang-orang benefitnya besar. Jujur, dari sekian banyak proses wawancara kerja yang pernah aku ikuti, mulai dari startup kecil sampai startup besar, corporate, dan perusahaan lainnya, 90% dari mereka antusias sekali untuk tahu alasan kenapa aku rela meninggalkan BCA. 

Baiklah, kita bahas. Untuk kalian yang masih baru lulus kuliah alias fresh graduate, aku bisa merekomendasikan kalian untuk bekerja di BCA sebagai permulaan karir kalian. Di BCA, kalian akan memiliki pengalaman kerja yang serba detil, teratur, disiplin, konsisten, dan mungkin bisa mengarah ke perfeksionis. Kenapa aku bilang ini bagus untuk permulaan karir? Karena pengalaman serba teratur itu membuat kalian nemiliki kualitas kerja yang baik sejak dini. Jika misalkan suatu saat nanti kalian memutuskan untuk pindah kerja, kalian nggak akan kesulitan untuk beradaptasi di tempat baru. Selain itu, jika kalian berkeinginan untuk bekerja hanya di satu tempat sampai pensiun atas dasar loyalty, BCA juga cocok untukmu. Kenapa? Mari kita bahas benefitnya ya.

Gaji dan Tunjangan

Benar, aku nggak bisa menyebutkan nominal gaji secara spesifik. Tapi yang jelas, gaji yang ditawarkan BCA untuk ukuran fresh graduates tanpa pengalaman kerja itu sudah di atas rata-rata. Coba tebak, biasanya gaji yang diterima oleh lulusan baru berapa? UMR?

Setelah diskusi dengan temanku yang sama-sama fresh graduate dan bekerja di tempat lain dalam kota yang sama, maka angka gaji di BCA lebih tinggi sekitar 30-40%. Yang jelas, pasti di atas UMR. Tetapi walaupun sesama fresh graduate, gaji yang diterima bisa saja berbeda ya, tergantung dari divisi dan posisi masing-masing. Disini aku bahas tentang benefit sebagai fresh graduate di BCA.

Selain posisi, di BCA juga ada yang namanya eselon dan pangkat. Jadi, tiap pangkat dan eselon bisa saja berbeda gajinya. Gaji yang ditawarkan saat offering di BCA ini masih gaji gross, jadi masih akan dikenakan pajak dan potongan-potongan lainnya. Nah, di BCA juga ada uang lembur untuk eselon tertentu, walau nggak semua eselon dapat uang lembur. Untuk uang lemburnya sendiri cukup besar, apalagi kalau lembur di hari libur.

Asuransi

Asuransi yang diberikan oleh BCA mencakup perawatan gigi, kacamata, rawat inap, rawat jalan, medical check up (MCU), asuransi jiwa, dan asuransi kecelakaan. Wah, jelas lengkap banget dong. Khusus untuk MCU, setahuku hanya bisa diklaim oleh karyawan yang berusia 40 tahun ke atas, selain itu berlaku untuk semua umur selama statusnya adalah karyawan tetap. Nah, setiap posisi, eselon, dan pangkat sudah pasti berbeda nominal asuransinya ya. Di BCA ada dua jenis klaim yang dapat dilakukan, yaitu melalui kartu kesehatan atau reimbursement. BCA memiliki beberapa partner rumah sakit atau puskesmas untuk asuransi, sehingga bisa melakukan pembayaran hanya dengan memakai kartu kesehatan BCA. Ya, tinggal berikan kartunya ke pihak rumah sakit, lalu beres deh. Kalian nggak perlu bayar apapun selama angkanya nggak melebihi limit. Kalau nggak berpartner, kalian bisa menyimpan struk pembayarannya lalu lakukan reimburse ke BCA. Untuk kacamata, sejauh ini belum bisa menggunakan kartu kesehatan, jadi harus reimburse. Oh iya, kalian juga dapat benefit BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.

Pinjaman

Yap, setelah jadi karyawan tetap, kalian bisa mendapatkan benefit pinjaman rumah setelah tiga tahun bekerja, pinjaman kendaraan setelah dua tahun bekerja, dan pinjaman darurat (tanpa batas minimal kerja). Pinjaman darurat berupa uang tunai yang dapat dicairkan dalam keadaan darurat (tanpa bunga). Untuk nominal pinjaman rumah dan kendaraan, tergantung gaji ya, ada perhitungannya sekian persen dari gaji. Yang jelas, bunganya rendah kok. Untuk angsuran per bulan pinjamannya akan dipotong otomatis sekian persen dari gaji tiap bulan (sesuai kesepakatan). Namun, karena aku belum pernah klaim pinjaman-pinjaman ini, jadi aku nggak bisa menjelaskan terlalu banyak 😅

Tunjangan Lainnya

Nah, selain gaji pokok dan lembur, kalian akan mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR), Tunjangan Akhir Tahun (TAT), Bonus tambahan hari raya, dan Bonus Tahunan. TAT dibayarkan setiap akhir tahun, besarnya satu kali gaji. Untuk THR, Bonus tambahan hari raya, dan bonus tahunan dibayarkan secara bersamaan. Bonus diberikan sesuai dengan performa dan kinerja kerja kalian. Selain itu, di BCA juga ada dana pensiun, yang bisa kalian cairkan ketika pensiun atau resign. Nah, setiap tahun, pasti akan ada kenaikan gaji berkala sesuai dengan performa masing-masing.

Fasilitas Kantor

Kalau kalian berharap ruang kerja ala-ala startup yang kekinian itu, sudah pasti salah alamat haha. Di BCA, ruang kerjanya ya seperti ruang kerja pada umumnya, tapi masih nyaman banget kok. Selain itu, kalian akan mendapatkan fasilitas kartu parkir. Aku lupa nominalnya berapa, karena aku nggak pakai kartunya. Maklum, pengguna kendaraan umum haha. Satu hal yang aku ingat, kalau kalian punya rekening atau kartu kredit BCA, kalian akan dibebaskan dari biaya administrasi hihi. Tapi, jangan berharap saldo di rekening akan bertambah otomatis ya✌

Lalu.. apalagi ya? Kalau ada pertanyaan, boleh banget komentar di bawah ya. Oke, mari kita lanjut ke pembahasan berikutnya.


2. Shopee

Aku yakin banget 99% pengunjung blog ini pasti sudah familiar dengan perusahaan oranye ini. Banyak banget yang berkeinginan untuk bekerja di Shopee, katanya sih seru karena didominasi oleh anak muda dan cenderung fleksibel, apakah benar? Aku nggak bisa komentar banyak sih, tapi yang jelas Shopee juga bagus untuk kalian yang ingin belajar dan bekerja dengan tim-tim kekinian dari berbagai macam negara! Yap, selama bekerja di Shopee, kemungkinan besar kalian akan terlibat komunikasi dengan tim regional, tim Shopee di negara-negara tetangga. Pasti tahu dong ya, kalau Shopee nggak cuma ada di Indonesia tapi ada di berbagai negara. Jadi, pastikan bahasa Inggrismu baik ya 😁

Terus-terus, gajinya berapa sih?

Gaji dan Tunjangan

Sekali lagi, tergantung posisi dan jabatanmu ya. Di Shopee, ada beberapa tingkatan jabatan juga. Semakin tinggi, jelas akan semakin besar. Ah, aku nggak bisa beberkan secara detil disini, karena sensitif banget. Tapi yang jelas, gaji yang ditawarkan lebih tinggi dari gaji terakhirku. Gaji yang ditawarkan saat kontrak juga masih gaji gross, yang masih akan dipotong pajak dan lain-lain. Lalu, kalau dari posisi yang ditawarkan kepadaku terakhir, uang lembur sudah termasuk di dalam gaji pokok, jadi kalian nggak akan dapat uang lembur lagi di luar gaji itu. Maka dari itu, pastikan kalau kalian sudah sepakat saat negosiasi gaji sebelumnya.

Asuransi

Kalian akan dapat asuransi rawat jalan, rawat inap, rawat gigi, kacamata, persalinan, keguguran, dan uang duka jika (amit-amit) meninggal dunia. Semuanya bisa diklaim selama statusmu sudah karyawan tetap. Kalian juga dapat fasilitas BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.

Pinjaman atau Corporate Benefit

Pinjaman ada juga? Jelas ada dongs. Ada pinjaman rumah, apartemen, kendaraan bermotor, dan pinjaman karyawan. Untuk masing-masing nominalnya juga tergantung ya, harus tanyakan ke tim terkait. Selain itu, ada juga beberapa discount partnership atau merchant-merchant tertentu. Sebagai tambahan, ada diskon untuk gym membership juga, lho. Aku nggak bisa bahas lebih detil karena belum pernah pakai semua, ditambah sifatnya yang confidential. Cheers! 🍻

Tunjangan Lainnya

Kalian juga akan dapat THR, subsidi biaya transportasi ke kantor (jika menggunakan kendaraan umum), subsidi biaya parkir (jika ke kantor menggunakan kendaraan pribadi), subsidi kuota internet selama Work From Home (WFH), dan Bonus sesuai dengan performa karyawan. Untuk subsidi kuota internet dan transportasi ada batas maksimalnya ya. Selain itu, kalian juga difasilitasi laptop untuk bekerja. Laptop yang disediakan juga lumayan banget spesifikasinya, jauh dari lemot deh pokoknya 😅

Fasilitas Kantor

Wah, aku nggak bisa berkomentar banyak karena belum pernah kesana selama pandemi. Kalian bisa cari-cari aja di Google suasana kantornya, maaf ya :(


3. Traveloka

Sudah pada tahu startup Unicorn satu ini kan ya? Aku yakin sudah. Nah, pengalamanku bekerja di Traveloka selama masa percobaan, sejauh ini asyik banget. Yang aku sukai disini adalah tim yang kooperatif dan bersahabat banget. Selain itu, ilmu yang akan didapatkan disini juga nggak kaleng-kaleng, lho. Disini lebih banyak jenis dan metode kerja yang dipakai ketimbang perusahaan-perusahaan sebelumnya. Terus, gaji dan beban kerjanya sebanding nggak?

Gaji dan Tunjangan

Gaji disini itu sangat kompetitif. Kalau boleh jujur, gaji yang ditawarkan sangat menarik. Menurutku, kalian nggak akan menyesal terkait gaji sih, karena bisa dibilang gajinya ada di atas rata-rata haha. Tapi perlu diingat lagi, beda jabatan beda gaji ya. Kalau di Traveloka, gaji ditentukan sesuai dengan grade masing-masing. Gaji yang ditawarkan saat offering merupakan gaji bersih yang akan kalian terima saat gajian. Terkait lembur, ini juga sudah termasuk ke dalam gaji pokok. Jadi pastikan lagi kalau gaji yang kalian terima itu sudah sesuai ekspektasi ya.

Asuransi

Kalian akan dapat asuransi rawat jalan, rawat inap, rawat gigi, kacamata, persalinan, dan uang duka jika (amit-amit) meninggal dunia. Selain itu, kalian juga akan dapat asuransi Business Travel, yang dimana dapat kalian klaim jika terjadi suatu hal yang nggak diinginkan selama pergi ke kota atau negara lain untuk kepentingan pekerjaan Traveloka. Asuransi ini nggak memotong limit asuransi kesehatan. Semuanya bisa diklaim selama statusmu sudah karyawan tetap. Kalian juga dapat fasilitas BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Nah, karena Traveloka nggak menyediakan pinjaman apapun, jadi kita lanjut ke tunjangan lainnya ya.

Tunjangan Lainnya

Kalian juga akan dapat THR, subsidi biaya transportasi ke kantor, subsidi kuota internet selama Work From Home (WFH), dan Bonus sesuai dengan performa karyawan. Untuk subsidi kuota internet dan transportasi ada batas maksimalnya, kedua hal ini akan kalian terima dalam bentuk transfer saat gajian, nggak perlu reimburse. Lalu, ada reward berupa Traveloka point tiap tahun yang jumlahnya berbeda-beda tergantung grade masing-masing. Selain itu, kalian juga difasilitasi laptop untuk bekerja. Laptop yang disediakan juga nggak kaleng-kaleng, spesifikasinya juga oke banget!

Fasilitas Kantor

Wah, aku nggak bisa berkomentar banyak karena belum pernah kesana selama pandemi. Kalian bisa cari-cari aja di Google suasana kantornya, maaf ya :(

Nah, jadi kurang lebih seperti itu benefit dan fasilitas yang akan kalian terima jika bekerja di salah satu perusahaan tersebut. Jadi, makin tertarik untuk bekerja disana? 😁

Tuesday, August 3, 2021

Pengalaman Interview HRD dan User Traveloka (IT Quality Assurance)

Hai, kali ini ini aku mau berbagi pengalaman interview di Traveloka. Jadi, di siang hari yang panas, tiba-tiba aku mendapat pesan WhatsApp dari salah satu tim rekrutmen Traveloka, tanggal 6 Juli 2021. Dia mengatakan kalau dia sudah menerima CV-ku untuk posisi IT Quality Assurance (QA) dan hendak untuk menjadwalkan wawancara denganku. Awalnya, aku sempat bingung karena nggak ingat kalau pernah memasukkan lamaran ke Traveloka. Ternyata setelah cek e-mail, aku pernah mengirimkan CV di tanggal 17 Mei 2021 melalui LinkedIn.

Rabu, 7 Juli 2021

Tibalah dimana interview dengan HR berlangsung. Diskusinya berjalan cukup santai dan nggak menegangkan. Pertanyaannya seputar perkenalan diri dan pengalaman kerja. Aku nggak ingat detil pertanyaannya seperti apa karena sudah satu bulan yang lalu, maaf ya :(

Dua hari kemudian, aku dikabari untuk lanjut ke tahapan seleksi berikutnya, yaitu user interview

Rabu, 14 Juli 2021

Jadi, interview user di Traveloka itu dilakukan dua kali melalui Google Meet, keduanya dilakukan di hari yang sama dengan jam yang berbeda, pagi dan sore hari. Tetapi mungkin tergantung posisi yang dilamar. Kalau untuk bidangku sebagai QA, lebih ditanya seputar teknikal. Pertanyaannya mencakup perkenalan diri, pengalaman kerja, requirement analysis, test case, bugs report and investigation, manual and automation test, dan ada beberapa soal logika di bidang QA. Nah, setelah selesai berdiskusi dengan user yang pertama, aku diminta untuk melakukan share screen. Lalu, dia memberikan beberapa soal tes, aku harus mengerjakan soal-soal tersebut dalam waktu satu jam. Selama kita mengerjakan tes, akan dipantau oleh user karena harus share screen ya. Setelah selesai, jawaban kita akan direview dan diberikan penjelasan lebih lanjut oleh user. Untuk bentuk soalnya itu berupa pertanyaan essay, semacam studi kasus, kurang lebih ada lima soal. 

Interview user yang kedua pun nggak beda jauh kok. Pertanyaannya mirip-mirip dan soal tesnya juga serupa walau nggak sama persis. Hanya beda di waktu pengerjaannya saja, kali ini hanya diberikan waktu 20 menit. Oh iya fyi, untuk posisi Software Engineer di Tokopedia juga hampir sama dengan ini ya. Interview dengan tim HR yang cukup santai dan rileks, ditambah dengan user interview yang perlu share screen ketika hendak mengerjakan soal tes setelah interview dengannya. Hanya saja, Software Engineer di Tokopedia itu soalnya lebih ke arah coding. Aku selipkan disini karena mungkin nggak aku tuliskan dalam blog baru. Siapa tau ada yang melamar pekerjaan ke Tokopedia juga hehe

Setelah user interview berakhir, aku kembali dihubungi oleh tim HR Traveloka. Dia mengatakan kalau hasil interview sebelumnya itu berjalan baik. Lalu, dia menjadwalkan aku untuk mengikuti tahap seleksi akhir, yaitu Hiring Manager interview. 

Kamis, 22 Juli 2021

Interview dengan manager kali ini berjalan lancar. Pertanyaannya seputar perkenalan diri, pengalaman kerja, kemampuan teknikal di bidang QA, cara mengatasi masalah yang terjadi, manual dan automation test. Interviewnya hanya berlangsung 30 menit, karena jadwalnya yang cukup padat, sepertinya ada meeting lain juga.

Jumat, 23 Juli 2021

Tim rekrutmen Traveloka mengabariku kembali kalau feedback dari interview sebelumnya itu positif. Beberapa jam kemudian, aku menerima offering letter dari Traveloka melalui e-mail.

Selama pandemi, untuk proses tanda tangan perjanjian kerja tersebut dilakukan secara online ya, cukup tanda tangan secara digital pada offering letter, lalu kirimkan ke tim HR melalui e-mail. Tapi setelah keadaan normal, kita akan melakukan tanda tangan basah dokumennya di kantor. 

Di Traveloka, nantinya kita akan diberikan laptop untuk bekerja. Saat ini, Traveloka masih menerapkan sistem full WFH selama pandemi Covid-19. Untuk benefitnya sendiri, menurutku Traveloka menawarkan gaji dan benefit yang di atas rata-rata sih, jelas pasti menarik dong. Kalau mau tahu lebih lanjut mengenai benefitnya, bisa mampir kesini. Nantinya, kita juga akan mengikuti proses onboarding secara online untuk mengenal Traveloka lebih dalam, sehingga nggak akan kaget di hari pertama kerja. Kalau bingung, bisa bertanya ke tim HR atau buddy yang akan membantu kamu selama masa percobaan ya.

Tipsnya, banyak-banyak berlatih dan terus kembangkan kemampuan masing-masing. Jangan pernah menyerah dan berhenti untuk belajar. Ngomong-ngomong, karena aku menerima banyak sekali tanggapan positif dari mereka yang sudah membaca blog-ku, aku sangat terbuka untuk review CV jika ada yang perlu bantuan untuk itu. Kalian bisa kirim pesan denganku melalui LinkedIn dan kirim CV-mu disana, aku akan bantu review. Kalau perlu diskusi seputar pertanyaan-pertanyaan interview, aku juga sangat terbuka untuk diskusi. Jika kalian sedang mengikuti proses rekrutmen di perusahaan lain selain Traveloka, aku juga akan sangat senang bila bisa membantu, terlebih di masa pandemi ini yang membuat banyak orang kehilangan pekerjaannya. I will help you as good as I can. It's free, please don't hesitate to me. Semangat dan semoga berhasil meraih pekerjaan impianmu ya! 😊

Sunday, July 11, 2021

Pengalaman Interview HRD dan User Shopee - IT Quality Assurance (QA)

Halo, terima kasih sudah berkunjung ke blog ku. Sesuai dengan tulisanku sebelumnya disini (proses rekrutmen Seabank), aku mau share tentang pengalamanku mengikuti proses rekrutmen Shopee ya.

Jumat, 21 Mei 2021

Jadi, setelah aku dialihkan dari Seabank ke ShopeeFood, aku diundang untuk diskusi dengan HR Shopee. Dia menjelaskan kalau Hiring Manager Seabank kurang cocok denganku, jadi proses rekrutmen Seabank tidak dilanjutkan. Ini diskusinya rileks banget, mungkin karena sudah kenal sama HR-nya di proses rekrutmen Seabank dan sudah pernah interview juga sebelumnya. Selanjutnya, aku akan mengikuti tahap seleksi ShopeeFood.
Untuk proses rekrutmen ShopeeFood terdiri dari interview HR dan user saja. Tapi sebelum lanjut ke interview user, aku diberikan soal studi kasus terkait Quality Assurance (QA) dan harus selesai dalam waktu tiga hari. Waktu itu aku diminta untuk membuat test plan dan test case terkait salah satu fitur di aplikasi Shopee. Namun, karena waktu itu hari Senin dan aku masih harus bekerja, jadi aku baru mengerjakan sedikit saja di hari pertama dan kedua. Aku baru menyelesaikan keseluruhannya di hari ketiga. Tepat di pagi harinya, aku mengirimkan hasil tes ku ke HR melalui e-mail. Lalu satu hari setelahnya, aku dijadwalkan untuk interview dengan user melalui Google Meet.

Senin, 31 Mei 2021

Setelah tiba saat interview user, aku ditanya mengenai hal-hal teknis yang berkaitan dengan pekerjaanku saat ini. Lalu beberapa pertanyaan mengenai caraku menentukan timeline proyek seperti apa, prestasiku, kendala dan kesalahan yang pernah dilakukan dan bagaimana caraku mengatasi hal tersebut, bagaimana caraku mengerjakan proyek tepat waktu, bagaimana cara membagi pekerjaan jika dilakukan oleh dua orang atau lebih, dan sebagainya. Masih banyak sih, karena interviewnya berlangsung hampir satu jam. Setelah interview terakhir, aku mengucapkan terima kasih. Lalu kemudian kembali deg-degan menunggu hasil haha

Selang dua hari kemudian, aku di e-mail kembali oleh HR Shopee untuk melampirkan beberapa dokumen. Kemudian dilanjutkan dengan security dan background check. Setelah dokumennya lengkap, aku mengirimkannya kembali ke HR melalui e-mail. Beberapa hari setelahnya, aku mendapatkan e-mail offering

Benefit yang ditawarkan oleh Shopee menarik, lho. Kalian bisa baca lebih lanjut soal benefitnya kesini. Rencananya, aku mulai bekerja di bulan depan, karena harus melakukan 1-month notice di perusahaan yang sekarang. Setelah itu, proses selanjutnya adalah menandatangani dokumen perjanjian kerja. Nah, mungkin selama pandemi Covid-19 ini, untuk proses tanda tangan dokumen perjanjian kerja ini dilakukan tanpa tatap muka ya, guys. Jadi, kita akan dikirimkan dokumen perjanjian kerja berupa softcopy melalui e-mail, lalu kita print dan bubuhkan tanda tangan disana. Setelah itu, kita perlu mengirimkan dokumen tersebut melalui jasa ekspedisi ke alamat HR Shopee. Ngomong-ngomong, aku jadinya ke ShopeePay ya bukan ShopeeFood. Lho, kenapa? Alasan pastinya aku juga nggak tau, guys haha. Jadi, tim HR Shopee memberitahuku kalau aku jadinya ke ShopeePay, berdasarkan referensi dari userku nantinya. Kebetulan ShopeeFood dan ShopeePay itu usernya sama. 

Nah, tadinya aku juga diinfokan kalau nanti aku harus datang ke kantor Shopee untuk pengambilan laptop. Tapi karena kondisi pandemi saat ini dan sedang diberlakukan PPKM darurat, untuk laptop akan dikirimkan ke alamat rumahku. Setelah itu, aku dikirimkan beberapa e-mail untuk pengumpulan berkas dan dokumen-dokumen yang dibutuhkan Shopee.


Nah, sebelum memulai hari pertama kerja, Shopee juga ada proses onboarding, lho! Jadi nggak kaget di hari pertama dan bisa mengenal Shopee lebih jauh. Terima kasih Shopee, I'm looking forward to joining your team! 😊

Doakan yang terbaik ya, all the best for you too!

Ngomong-ngomong, karena aku menerima banyak sekali tanggapan positif dari mereka yang sudah membaca blog-ku, aku sangat terbuka untuk review CV jika ada yang perlu bantuan untuk itu. Kalian bisa kirim pesan denganku melalui LinkedIn dan kirim CV-mu disana, aku akan bantu review. Kalau perlu diskusi seputar pertanyaan-pertanyaan interview, aku juga sangat terbuka untuk diskusi. Jika kalian sedang mengikuti proses rekrutmen di perusahaan lain selain Shopee, aku juga akan sangat senang bila bisa membantu, terlebih di masa pandemi ini yang membuat banyak orang kehilangan pekerjaannya. I will help you as good as I can. It's free, please don't hesitate to me. Semangat dan semoga berhasil meraih pekerjaan impianmu ya! 😊

Saturday, May 22, 2021

Pengalaman Interview HRD, User, dan Hiring Manager Seabank - Quality Assurance (QA)

Hai, kalau sebelumnya aku pernah sharing seputar proses rekrutmen di BCA disini, kali ini aku mau sharing pengalaman rekrutmen Seabank. Jadi, Seabank itu adalah bisnis barunya Sea Group, induk Shopee. Nah, aku jelaskan singkatnya ya. Sebelum diakuisisi oleh Sea Group, dulunya nama Seabank adalah Bank BKE. Bank BKE lahir pada 27 Februari 1992 dengan nama Bank Kesejahteraan Ekonomi. Pada 2015, Bank Kesejahteraan Ekonomi melakukan transformasi menjadi Bank BKE. Kemudian berganti menjadi PT Bank Seabank Indonesia mulai 10 Februari 2021. Ia akan menjadi kepanjangan tangan bank digital Sea Limited di Indonesia. Buat yang mau tau lebih detailnya bisa cari-cari di Google ya, karena disini aku mau menceritakan tentang proses rekrutmennya.

Jadi, aku tau Seabank dari mana sih?

Senin, 19 April 2021

Nah, suatu hari di siang bolong yang sunyi senyap itu, tiba-tiba aku dikirimkan pesan LinkedIn oleh salah satu recruiter di Shopee untuk penawaran posisi sebagai Quality Assurance (QA) di Seabank.


Karena aku tertarik untuk eksplor lebih lanjut mengenai posisi tersebut, aku memberikan kontak WhatsApp dan e-mail ku untuk dihubungi.

Keesokan harinya, ada pesan WhatsApp masuk ke ponselku. Yap, tepat sekali. Dari Tim rekrutmen Shopee. Aku diundang untuk interview yang dilakukan secara online melalui aplikasi Google Meet. Kemudian kami menyepakati jadwal interview. Fyi, ini interview HR dulu ya.

Kamis, 29 April 2021

Tiba hari dimana saatnya interview, sudah jelas pasti deg-degan ya. Interview HR ini menggunakan Bahasa Inggris. Pertanyaannya seputar perkenalan diri, detail dari pengalaman kerja yang relevan di perusahaan sebelumnya, dan diberikan beberapa penjelasan mengenai Seabank beserta tanggung jawab pekerjaannya. Kemudian, aku diinfokan bahwa selanjutnya akan dikirimkan tes GMAT online. Untuk contoh-contoh soal GMAT nya sendiri kalian bisa cari-cari di internet. Kalau aku sempat belajar dari sini https://www.gmatclub.com. Kira-kira contoh soalnya begini:

A large-size box of chocolates contains more chocolates and costs more than the medium-sized box of chocolates. What is the cost per gram of the large-size box of chocolates?

(1)The large-size box of chocolates contains 100 grams more than the medium-size box of chocolates.

(2)The large-size box of chocolates costs $12.99.

Pilih jawabannya A, B, C, D, atau E di bawah.

A. Statement (1) ALONE is sufficient, but statement (2) alone is not sufficient.

B. Statement (2) ALONE is sufficient, but statement (1) alone is not sufficient.

C. BOTH statements TOGETHER are sufficient, but NEITHER statement ALONE is sufficient.

D. EACH statement ALONE is sufficient.

E. Statements (1) and (2) TOGETHER are NOT sufficient.

Sabtu, 1 Mei 2021

Sebelumnya, aku ditanyakan kapan bisa mengerjakan tesnya, di hari apa dan jam berapa. Lalu tesnya dikirimkan melalui e-mail sesuai dengan waktu yang sudah disepakati. Waktu pengerjaannya hanya 30 menit untuk total 20 soal pilihan ganda, jadi gunakan waktu sebaik-baiknya ya. Setelah mengerjakan tesnya, 2 hari kemudian aku diundang untuk interview dengan user. Aku nggak tau standar kriteria penilaian Seabank dari hasil tes GMAT nya seperti apa sih, tapi yasudah bersyukur kalau berlanjut 😁

Aku kembali ditanyakan mengenai ketersediaan jadwal untuk user interview melalui WhatsApp, lalu kami sepakati jadwalnya.

Jumat, 7 Mei 2021.

Saat tiba di hari H, interview kali ini diawali oleh user dengan sambutan,

"Okay, before we start, I want to tell you something. This is only an interview that we need to know each other, so we will discuss together. You don't have to be nervous, just relax. So, I usually speak English, are you comfortable to speak in English?"

Yap, dengan tingkat kepercayaan diriku yang tinggi ini (haha) akhirnya aku mengatakan "Yes, I'm comfortable to speak in English." Kemudian dilanjutkan ke sesi interview.

Menurutku, dia salah satu user terbaik yang pernah interview denganku. Yap, lagi-lagi kandidat satu ini sok-sokan menilai interviewer :)

Tapi, yang namanya interview itu memang dua arah, guys. Kita juga perlu menilai siapa yang akan menjadi atasan kita nantinya, apakah kita memiliki visi, misi, goal, dan tujuan yang sama dengannya atau enggak. Banyak banget kan kasus pekerja yang mengundurkan diri karena nggak cocok sama atasannya. Jadi, penilaian bukan hanya ada di interviewer, tapi kandidat juga berhak menilai dan memutuskan.

Seperti biasa, interview dimulai dengan perkenalan diri masing-masing. Lalu, pertanyaannya seputar detail dari pengalaman kerjaku sebelumnya di BCA, kenapa tertarik bergabung di Seabank, kenapa memutuskan untuk keluar dari BCA, apa prestasi yang sudah pernah diraih selama di BCA, dan kemampuan-kemampuan apa yang sebaiknya dimiliki oleh seorang QA. Nah, setelah aku menyebutkan tentang beberapa kemampuan yang diperlukan, dia memintaku untuk memberi nilai ke diri sendiri berapa dari masing-masing kemampuan yang telah aku sebutkan itu, berdasarkan skor dari 1 sampai 10. Setelah aku menjawab, dia memintaku untuk menceritakan pengalaman yang membuktikan bahwa aku benar-benar memiliki kemampuan tersebut dengan nilai yang telah aku sebutkan. Setelah itu, dia bertanya kenapa aku mengatakan A dan B itu merupakan kemampuan yang dibutuhkan di bidang ini. Setelah aku menjelaskan, dia mengapresiasi dan memberikan sudut pandangnya. Nah, aku menyukai bagian ini. Alih-alih langsung mengatakan bahwa aku salah menjelaskan, tetapi dia mau mendengarkan terlebih dulu alasan mengapa aku menyebutkan hal itu. Setelah mendengar, dia baru memberikan alasan kenapa kemampuan tersebut belum diperlukan di bidang ini menurutnya.

Listen, Appreciate, Explain, and Improve

Nggak mau kan ya kalau punya atasan yang nggak mau mendengarkan dan hobi menyalahkan orang? :)

Setelah itu, dia memberikan mini studi kasus berkaitan dengan pekerjaan sebagai seorang QA. Lalu kemudian kita mengakhiri sesi interview.

Selang 1 hari kemudian, aku dikabari bahwa akan lanjut interview dengan Hiring Manager. Wah, pasti senang banget dong ya, jelas. Kemudian seperti biasa, aku mengatur jadwal interview lagi. Ohya, Seabank ini selalu menanyakan ketersediaan kita bisa interview kapan, lalu kemudian dicocokkan dengan jadwal interviewernya.

Selasa, 11 Mei 2021.

Setelah tiba hari H interview, jujur kali ini nggak seperti yang diharapkan. Kita memulai interview dengan perkenalan diri masing-masing, tetap menggunakan Bahasa Inggris ya. Kemudian dia bertanya tentang proyek-proyek apa yang sedang aku pegang saat ini di BCA. Lalu, dia tertarik untuk menggali salah satu proyek, yaitu Loan. Nah, sebelumnya aku mengatakan bahwa aku handle aplikasi "Employee Loan", tapi mungkin kami beda persepsi, aku tebak dia berasumsi tentang "Customer Loan" yang dimana kedua hal ini jelas berbeda. Lalu, terjadilah miskomunikasi saudara-saudara haha

Apa yang aku katakan selalu kurang tepat menurutnya, karena ya memang aku sedang membahas tentang Pinjaman Karyawan, bukan Pinjaman Nasabah. Dari alur prosedur dan prosesnya pun sudah berbeda. Kenapa aku berpikir bahwa kami beda persepsi? Karena ketika aku menjelaskan tentang proses persetujuan pinjaman karyawan yang perlu disetujui oleh Manager dan HRD, dia mengatakan bahwa itu kurang tepat, seharusnya disetujui oleh Analis Kredit. Betul, untuk pinjaman nasabah memang perlu persetujuan dari Analis Kredit. Namun, pinjaman karyawan berbeda. Dan bodohnya, awalnya aku berpikir bahwa BCA dan Seabank mungkin memiliki prosedur yang berbeda mengenai proses persetujuan pinjaman karyawan... jadi aku nggak meluruskan dan go with the flow hahaha

Sejak itu, jadi miskomunikasi dan dia mengakhiri interview dengan sangat cepat sih menurutku, hanya 16 menit. Setelah selesai interview, aku baru terpikirkan kalau kami beda persepsi. Tapi yasudah lah ya, apa boleh buat, sudah berakhir.

Jumat, 21 Mei 2021.

Dua minggu kemudian, aku mendapatkan kabar bahwa aku dialihkan ke posisi QA di ShopeeFood. Benar, proses rekrutmen Seabank-ku berakhir sampai Hiring Manager. Terima kasih atas kesan dan pengalaman interview denganku, Seabank. Semoga kamu menemukan jodoh QA yang lebih baik dariku, dan juga sebaliknya ya.

Untuk proses rekrutmen di Shopee, mungkin nanti aku akan bahas di halaman terpisah disini ya. Terima kasih sudah berkunjung ke blog-ku! :)

Ngomong-ngomong, karena aku menerima banyak sekali tanggapan positif dari mereka yang sudah membaca blog-ku, aku sangat terbuka untuk review CV jika ada yang perlu bantuan untuk itu. Kalian bisa kirim pesan denganku melalui LinkedIn dan kirim CV-mu disana, aku akan bantu review. Kalau perlu diskusi seputar pertanyaan-pertanyaan interview, aku juga sangat terbuka untuk diskusi. Jika kalian sedang mengikuti proses rekrutmen di perusahaan lain selain Seabank, aku juga akan sangat senang bila bisa membantu, terlebih di masa pandemi ini yang membuat banyak orang kehilangan pekerjaannya. I will help you as good as I can. It's free, please don't hesitate to me. Semangat dan semoga berhasil meraih pekerjaan impianmu ya! 😊


Sumber Seabank: 

https://tirto.id/mengapa-induk-shopee-mau-membeli-bank-bke-yang-kecil-dan-rugi-gayV

Friday, July 31, 2020

Karyawan vs Wirausaha: Lebih Baik Bekerja atau Berbisnis?

Jumlah pengusaha di Indonesia memang masih sangat sedikit jumlahnya dibandingkan karyawan. Salah nggak sih kalau kita memilih untuk menjadi pegawai setelah lulus kuliah? Atau merintis usaha saja? Hmm, aku akan jawab pertanyaan tersebut dan memberikan opini berdasarkan pengalaman pribadiku.

Flashback sedikit, semasa sekolah dan kuliah, aku memang selalu bercita-cita untuk menjadi seorang pengusaha. Saat itu, aku nggak berencana untuk bekerja dengan orang setelah aku lulus kuliah nanti, aku akan merintis usahaku sendiri. Bahkan, aku sudah mengelola e-commerce sendiri saat duduk di bangku SMA 2. Aku berpikir demikian karena aku nggak menyukai aturan, aku berencana untuk membuat schedule dan cara kerja ku sendiri. Tetapi nyatanya setelah sampai di semester akhir perkuliahan, aku memutuskan untuk bekerja di salah satu bank swasta. Padahal, profitnya sudah hampir dua kali lipat melebihi gajiku sekarang. Kenapa?

Pertama, aku nggak berhenti berbisnis sepenuhnya. Aku hanya menambahkan satu pekerjaan full time ke dalam kehidupanku. Tapi perlu ku akui, fokusku memang lebih ke pekerjaan ku di kantor dibanding ke bisnisku. Karena terus terang, nggak mudah untuk mengelola dua pekerjaan besar dalam satu waktu yang bersamaan. Aku memutuskan untuk menjadi seorang pegawai karena aku perlu mempelajari proses bisnis sesungguhnya yang berjalan di sebuah perusahaan besar, belajar dari orang yang sudah lebih ahli di bidangnya, networking, dan juga persiapan "modal" untuk masa depan. Usiaku saat ini masih 23 tahun, lowongan pekerjaan masih terbuka lebar untuk orang-orang seusiaku. Kalau kalian lihat detail kualifikasi beberapa lowongan pekerjaan, rata-rata memiliki requirement orang-orang yang sudah memiliki pengalaman kerja selama sekian tahun ataupun maksimal usia. Bahkan aku sering menemukan lowongan pekerjaan yang batas usia maksimal pelamar adalah 24 tahun untuk lulusan S1 dan 26 tahun untuk lulusan S2. Artinya apa? Aku sedang memanfaatkan peluang.

Kedua, bisnisku stuck di pendapatan angka terakhir. Nggak naik dan nggak turun drastis juga. Dulu, aku mendongkrak sales dengan teknik promosi berbayar. Tetapi karena aku perlu membiayai kuliahku sendiri sampai lulus dan wisuda, maka aku menggunakan tabunganku.

Ketiga, aku ingin mengimplementasikan apa yang sudah kupelajari mengenai Sistem Informasi ke sebuah perusahaan. Aku ingin berkontribusi di dalamnya.

Keempat, dengan berat hati aku harus merelakan Instagram Business Account ku dan kalaupun lanjut berbisnis online, aku harus merintisnya dari awal lagi. Akunnya terdisabled entah mengapa dan aku nggak bisa mengaktifkannya lagi. Ini jadi salah satu pelajaran untukku kalau kita harus memiliki "rumah" sendiri dalam berbisnis. Kalau ibaratnya numpang di platform orang, lalu kemudian mereka menutupnya, kita bisa apa?

Apa hubungannya dengan masa depan?
Lihat, di masa pandemi covid-19 ini, dunia sedang dilanda krisis ekonomi, nggak hanya di Indonesia, tetapi global. Banyak bisnis yang gulung tikar alias bangkrut. Terjadi efisiensi dan pemotongan karyawan besar-besaran. Mungkin bagi mereka yang berbisnis lalu kemudian bangkrut, nggak mudah rasanya jika merintis usaha lain di saat kondisi seperti ini, apalagi jika merintis sesuatu yang baru dari nol lagi. Seandainya jika dia punya pengalaman kerja, prestasi, dan keahlian yang mumpuni mungkin bisa melamar pekerjaan. Tetapi bagaimana jika sudah nggak punya pengalaman kerja, hanya punya pengalaman usaha yang kemudian harus tutup, nggak punya pengalaman organisasi atau magang, belum ada pencapaian, dan ditambah usia yang sudah nggak lagi muda? Apalagi di kondisi saat ini yang dimana banyak sekali perusahaan yang mengefisiensikan jumlah karyawannya, pasti yang terpilih hanyalah mereka yang benar-benar memiliki kualitas. Sudah mampukah untuk bersaing?

Pengalaman kerja adalah salah satu bekal untukku di masa depan. Aku nggak tau apa yang akan terjadi nanti, tetapi yang jelas sekarang aku memanfaatkan kesempatan untuk berkarir selagi muda. Aku akan belajar dari para leaderku di kantor untuk dapat menjadi seorang pemimpin yang bijak dan cerdas.

Aku bukan bermaksud untuk menakut-nakuti atau ingin ada di zona nyaman karyawan, tetapi aku sedang mempersiapkan masa depanku. Aku akan mengutip beberapa nasihat Jack Ma.
"Ketika kamu berusia 20-30 tahun, kamu harus bekerja dan memiliki petinggi yang baik. Kamu juga harus bergabung di perusahaan yang bagus untuk belajar."
"Sebelum usia 20 tahun, jadilah murid yang baik. Kalau mau berbisnis, pelajari pengalamannya. Sebelum usia 30 tahun, ikutilah seseorang, bekerjalah di perusahaan kecil. Meskipun umumnya di perusahaan besar sangatlah baik untuk belajar proses pengerjaan. Namun, jika Anda ada di perusahaan kecil, belajarlah tentang semangat dan impian. 
Sebenarnya, ketika Anda menginjak usia di bawah 30 tahun, tidak masalah di mana perusahaan Anda bekerja, tetapi yang jadi masalah adalah siapa bos Anda, siapa yang memimpin Anda, karena bos yang baik akan mengajari Anda dengan baik."
Tapi kan banyak orang yang sukses di usia dua puluhan, seperti Mark Zuckerberg.
Orang sukses itu selangkah lebih maju dibanding orang lain. Peluang dan realitanya lebih banyak mana antara orang yang sukses di usia dua puluhan atau orang yang gagal di usia dua puluhan karena nggak punya bekal dan prestasi?
Satu hal yang pasti, aku bukan Mark Zuckerberg, kamu bukan Mark Zuckerberg. Ini sama kayak statement "Ada kok orang nggak lulus SD tapi tetap sukses. Mark Zuckerberg saja drop out, saya drop out juga saja biar sukses."
Nggak gitu kan, guys?

Tapi kalau sudah terjun ke dunia kerja, pasti jadi terbiasa ada di zona nyaman dan takut untuk resign buat memulai usaha kan?
Tergantung apa tujuanmu bekerja. Kalau hanya sekedar rutinitas dan mendapatkan gaji semata, jelas akan takut. Tetapi beda halnya jika sudah memiliki keahlian. Bukan tentang apa pengalaman kebanyakan orang, tetapi tentang komitmen dan tujuan hidupmu. Ingin menjadi seorang pegawai sampai pensiun atau berwirausaha?
Sama halnya dengan kebanyakan orang yang nggak ingin lanjut S2 setelah bekerja saat lulus S1, tetapi jika punya motivasi dan tujuan yang jelas kenapa harus melanjutkan S2, pengalaman orang lain jadi nggak guna dan nggak akan mempengaruhi tujuan kita. Tetap bisa-bisa saja melanjutkan S2 walau sudah bekerja.

Kenapa sih banyak orang berlomba-lomba untuk jadi pegawai? Kenapa nggak pada berlomba-lomba untuk jadi pengusaha aja?
Well, nggak semua orang punya mental pengusaha. Apalagi orang yang selalu dididik untuk memiliki jiwa seorang pegawai, baik di lingkungan keluarga ataupun di bangku sekolah. Ada orang yang sukses menjadi pegawai, tetapi gagal ketika menjadi pengusaha. Kalau menurutmu pelajaran ekonomi itu seru dan pelajaran matematika itu membosankan, ada orang lain yang merasa bahwa pelajaran ekonomilah yang membosankan, karena dia ahli di bidang matematika, bukan ekonomi. Pada kenyataannya, nggak sedikit orang yang jatuh bangkrut karena memaksakan diri untuk menjadi pengusaha walaupun nggak punya skill tersebut. Menjadi seorang pengusaha itu nggak bisa hanya bermodalkan kerja keras dan keuletan saja, tapi perlu dibekali dengan mindset dan skill entrepreneurship juga kalau nggak mau bangkrut. Nggak bisa ditempuh hanya dalam waktu semalam. Nggak sedikit kan bisnis konglomerat yang akhirnya harus bangkrut ketika diteruskan turun temurun atau ke generasi berikutnya?

Kalau baru lulus kuliah dan nggak keterima seleksi rekrutmen pekerjaan, mulai usaha sendiri aja.
Coba tebak, apa yang aneh dari statement tersebut?
Awalnya aku juga berpikir begitu, memulai bisnis bisa kok tanpa modal selama ada niat. Ya memang bisa, tetapi untuk menjadi sukses dan berhasil itu butuh lebih dari sekedar niat. Katakanlah aku sangat berniat memasak nasi goreng, tetapi aku perlu memiliki bahan-bahan dan kemampuan yang baik dalam mengolah bahan-bahan tersebut sehingga bisa menghasilkan nasi goreng yang enak. Karena aku sudah pernah menjalani bisnis online sejak SMA dulu, aku tahu bagaimana perjuangan berdarah-darah merintisnya. Jujur, nggak semudah membalikkan telapak tangan. Aku harus menghabiskan jatah gagalku dan trial error berkali-kali. Nggak makan seharian. Nggak tidur seharian. Rugi jutaan rupiah. Diteror customer. Terpaksa nggak masuk sekolah. Dituduh penipu. Dan masih banyak lainnya.

Aku nggak bermaksud menakut-nakuti untuk berbisnis, tetapi kalian perlu mempersiapkan segala sesuatunya. Boleh memulai, tetapi harus diimbangi dengan peningkatan skill berbisnis setiap hari dan mental yang kuat, nggak gampang penyok kayak kaleng kerupuk. Karena berbisnis itu nggak cocok untuk orang yang sedikit-sedikit nangis, gagal sedikit nangis, rugi sedikit nangis, diblock orang nangis, dan lain sebagainya. Pebisnis itu berbeda dengan pedagang. Kalau pedagang yang penting jualan laku dan laris manis, tetapi kalau pebisnis lebih dari sekedar kejar target penjualan. Seorang pebisnis selalu memiliki perencanaan dan strategi bisnis ke depan, selalu berinovasi dan menuangkan ide bisnis untuk direalisasikan. Seorang pedagang mungkin hanya berpikir bagaimana cara melariskan jualan hari ini, tetapi seorang pebisnis berpikir mengenai strategi bagaimana cara menjadikan suatu produk tetap menarik di mata konsumen selama 10 tahun mendatang. Selalu berinovasi, berpikir bukan hanya hari ini, dan selalu berpikir ke depan.

Sebesar apapun perusahaan tempatmu bekerja, kamu tetap seorang pegawai. Sekecil apapun bisnismu, kamulah bosnya.
Ya, nggak salah sih memang. Tetapi pertanyaannya, apakah orang tersebut sudah layak menjadi seorang bos atau leader? Tolong jangan memandang posisi seorang leader ini sebelah mata, memimpin sebuah team itu nggak semudah membalikkan telapak tangan.
Seorang leader itu memiliki tanggung jawab yang jauh lebih besar, menciptakan sebuah perubahan dan inovasi, memiliki skill leadership, dan keahlian-keahlian lainnya. Kalau kamu belum bisa menjadi seorang leader yang baik, belajarlah dulu dari seorang pemimpin yang lebih berpengalaman untuk menciptakan team yang berkualitas, belajar darinya. Karena kalau enggak, itu akan berdampak ke team mu dan menjadi boomerang sendiri bagi masa depan bisnismu.

Aku sendiri belajar banyak soal kepemimpinan selama aku menjadi karyawan di kantorku yang sekarang ini. Kok bisa? Kan padahal bukan aku yang memimpin.
Well, aku memperhatikan supervisor dan managerku, bagaimana cara mereka memimpin team kami. Ditambah, aku beberapa kali diassign untuk mensupport dan memberi arahan seputar project ke karyawan baru di unit kerjaku. Sebagai seorang team member, aku merasakan bagaimana rasanya dipimpin oleh manager A dan bagaimana jika dipimpin oleh manager B. Sampai pada akhirnya aku belajar bagaimana rasanya menjadi seorang team member dan seperti apa seorang member ingin diperlakukan oleh leadernya. Aku tahu karena aku pernah ada di posisi seorang member, yang mungkin aku nggak akan pernah mengetahui hal ini kalau aku nggak pernah menjadi seorang bawahan.

Aku termotivasi dengan salah satu managerku, aku senang dengan caranya memimpin kami. Kini aku tahu, betapa pentingnya sebuah apresiasi, sekecil apapun itu. Kita akan disebut sebagai pemimpin yang berhasil kalau team kita berhasil. Aku akan cerita sedikit mengenai ini, mungkin akan sedikit panjang.

Kalau kalian tahu budaya perusahaan corporate, pasti sudah nggak asing dengan tingkatan dan hierarki. Yaps, masih terdapat banyak lapisan yang membuatku sulit untuk berelasi dengan manager dan petinggi-petinggi perusahaan lainnya. Lebih diwajibkan untuk mengupdate apapun ke direct supervisor. Mungkin jarang mendapatkan apresiasi setiap ada kemajuan, tetapi kesalahan-kesalahan baik itu besar dan kecil selalu diperhitungkan, sangat.

Aku pernah ada di posisi jenuh bekerja disana. Datang ke kantor saja sudah seperti beban sehari-hari bagiku. Nggak punya motivasi kenapa aku harus bekerja dan mencapai sesuatu disana. Bahkan, aku sempat melamar pekerjaan ke perusahaan lain dan berencana untuk melanjutkan bekerja selama 6 bulan saja, lalu pindah ke perusahaan baru. Beberapa kali aku bertanya ke orang-orang yang sudah lebih berpengalaman "Sebenarnya kapan dan dalam kondisi apa yang tepat untuk kita memutuskan resign?" Dan finally, ternyata kini malah aku yang menjawab pertanyaan tersebut berdasarkan perspektif dan pengalamanku sendiri 😂
Kalau mau tahu jawabannya, kalian bisa akses ke artikel ini 7 Etika Dasar Profesional Dalam Bekerja. Ada di poin nomor tujuh.

Aku bekerja seadanya, bahkan dari yang sebelumnya aku berusaha untuk totalitas dan maksimal dalam mengerjakan project sampai malam, akhirnya aku menjadi hitung-hitungan. Kalau lembur sedikit nggak dibayar, aku nggak akan mau kerja lebih dari 8 jam. Aku selalu tutup laptop setiap jam kerja sudah berakhir. Aku akan mendeliver sebuah project yang penting nggak melebihi deadline, persetan dengan deliver lebih cepat, nggak peduli lagi. Aku berpikir lebih baik sisa waktu yang kupunya aku alokasikan untuk kegiatan lain seperti course dan training. Toh ini bisa menjadi bekal bagiku jika melamar pekerjaan lain. Sekian lama aku bekerja hanya karena tuntutan pekerjaan dan rutinitas.

Sampai akhirnya, aku menemukan sesuatu yang berbeda dengan salah satu managerku ini. Setiap kali project mau release, dia selalu ingin discuss dengan kami a.k.a staf biasa sepertiku mengenai project itu, dia mau mendengarkan kami. Dia juga bertanya mengenai sesuatu hal yang mungkin awalnya tak terpikirkan olehku, yang dimana hal itu bisa menjadi pembelajaran bagiku di next project. Saat awal-awal discuss, aku kurang memahami salah satu project karena sangat kompleks cakupannya, apalagi aku nggak handle project ini dari awal. Karena kondisi jenuh bekerja, aku juga enggan untuk mempelajari lebih lanjut. Alhasil, aku nggak bisa menjawab beberapa pertanyaannya. Untuk first impression, mungkin mengecewakan. Tetapi alih-alih mencaci maki, dia justru memberikan saran dan instruksi apa yang seharusnya aku lakukan ke depannya, apa yang perlu kuperbaiki agar menjadi lebih baik.

Beberapa kali kami discuss seputar project itu, dan karena aku tahu pasti akan ditanyakan beberapa pertanyaan seperti yang sebelum-sebelumnya, maka mau nggak mau aku harus prepare. Sampai akhirnya aku mendapatkan info kalau dia mengapresiasi hasil kerjaku. "Dari yang awalnya dia nggak paham soal project X ini, sekarang akhirnya dia bisa menjawab pertanyaan saya dan menjelaskannya ke saya. Ini sebuah awal perkembangan yang baik."

Mungkin terdengar sepele, tetapi sebuah support, saran, arahan, dan apresiasi itu sangat penting bagi team member ketimbang selalu menyalahkan dan memaki-maki, sekecil apapun itu. Semangat kerjaku kembali. Nggak terasa, kini aku sudah satu tahun bekerja. Bukan manja ingin disanjung, tetapi hal itu justru akan membuat para karyawan merasa hasil kerja kerasnya dihargai dan ternyata nggak sia-sia lho. Di release berikutnya, aku mempelajari tentang project tersebut lebih mendetail, sampai bertanya ke satu per satu user dan menelepon mereka. Aku akan mengusahakan yang terbaik dan semaksimal mungkin. Walaupun semisal harus lembur nggak dibayar, aku nggak keberatan melakukannya. Karena aku enjoy dengan apa yang kulakukan. Demikianlah bukan lagi sebuah beban. Karena melalui apresiasi itu, aku jadi tahu kalau ternyata apa yang kulakukan masih memiliki peran dan kontribusi yang baik. Beda halnya jika selalu dimarahi dan disalah-salahkan, mungkin jadi merasa semuanya sia-sia dan percuma.

Itu salah satu contoh bagaimana sudut pandang seorang team member ingin diperlakukan. Alih-alih menyalahkan, tetapi justru memimpin, berjalan, dan berprogress bersama. Aku nggak akan pernah tahu impact dari apresiasi kecil macam ini ternyata berperan besar kalau nggak pernah menjadi seorang member.

Apakah kamu ke depannya tetap memutuskan untuk bekerja atau berbisnis?
Cita-citaku sejak dulu belum sirna sampai sekarang. Yaps, menjadi seorang entrepreneur. Dengan aku bekerja, bukan berarti aku lupa atau menjadi nggak berkeinginan lagi menjadi pengusaha. Aku sedang mempersiapkannya dan aku memiliki cara sendiri untuk mewujudkannya.

Bekerja atau berbisnis, keduanya adalah keputusan yang baik dan memiliki kelebihan serta kelemahan masing-masing. Kalau kamu sudah siap untuk menjadi seorang pengusaha, maka lakukanlah dan jangan menundanya. Seorang pengusaha adalah seseorang yang selangkah lebih maju ketimbang orang biasa. Tetapi kalau perlu mencapai sesuatu di level karyawan atau ingin menjadi pemimpin di sebuah perusahaan besar, nggak ada salahnya kok. Terlepas dimanapun dan di posisi apa kita bekerja, ciptakan dan berikan kontribusi sebaik mungkin.

Well, ini adalah artikelku yang membutuhkan waktu terlama untuk menuliskannya. Ini sudah hari kedua draft. Baiklah, sekian dulu. Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca :)

Sunday, June 21, 2020

Keahlian yang Diperlukan Untuk Memulai Bisnis E-Commerce

Salah satu hal terpenting dalam bisnis itu bukan hanya modal berupa materi, tetapi modal berupa mindset. Sebanyak apapun uang yang kita punya, kalau tidak didukung dengan mindset yang baik, pasti akan sulit untuk sukses. Tetapi seminim apapun modal uang yang kita punya, selama mindset kita bagus, peluang keberhasilanpun menjadi lebih besar.
Keterbatasan modal nggak menghalangimu untuk mencapai kesuksesan. Jadi, stop bilang mau sukses tapi ngeluh nggak punya uang untuk modal ya. Nah, yuk kita simak hal-hal berikut untuk mencapai kesuksesan dalam bisnismu!

1. Pastikan kamu sudah memiliki mindset yang baik
Semua kesuksesan itu bermula dari pola pikir yang baik dan memiliki mental yang nggak gampang menyerah. Jadi, jangan memupuk mental tempe yang belum mulai apa-apa tapi sudah takut gagal duluan ya. Seperti halnya baru rugi sedikit tapi sudah kapok dan berhenti, seakan-akan jadi trauma yang mendalam. Satu hal yang perlu kamu ketahui, mereka yg sukses itu sudah mengalami kegagalan berkali-kali bahkan rugi sampai puluhan bahkan ratusan juta. Tetapi mereka bisa sukses karena tetap belajar dan bangkit dari kegagalan untuk mencapai target.

Coba deh, jangan memupuk mental jadi serupa dengan kaleng kerupuk yang kesenggol dikit penyok. Because you are a fighter!

2. Take action dalam bisnis dan jangan kebanyakan mikir
Nah, ini jadi salah satu masalah untuk sebagian orang yang baru memutuskan untuk terjun ke dunia bisnis. Ingin menjadi pengusaha sukses, tapi masih bingung mau berbisnis apa dan mulai darimana. Nggak perlu galau lama-lama untuk ini ya, guys. Langkah pertama yang perlu kamu lakukan adalah tentukan target marketmu siapa, misalnya perempuan yang berusia 18-24 tahun dan memiliki hobi memasak di daerah Jakarta. Nah, kemudian kamu bisa menentukan produk apa yang cocok kamu jual dan sesuai dengan kebutuhan mereka. Kamu juga boleh riset produk, tapi tetapkan batas waktunya ya, jangan sampai terlalu lama yang ujung-ujungnya jadi nggak action-action karena banyak pertimbangan. Kalo udah nemu yg tepat langsung aja mulai. Jangan jadi toko serba ada alias menjual semua produk, seperti pakaian, makanan, gadget, beras, aksesoris, dan lain-lain jadi satu, karena ini nggak efektif. Kamu malah membuat customer gagal fokus nantinya. Fokus saja ke satu produk yang relevan dengan target market.
Intinya, produk apapun bagus selama kita tekun dan konsisten. Jadi, nggak perlu dipikirin berlarut-larut mau berbisnis apa, karena ini seharusnya kamu lebih banyak menggunakan waktu untuk berpikir bagaimana caranya supaya bisnismu berkembang, bukannya malah menghabiskan waktu untuk menerawang-nerawang produk ini laku atau nggak di pasaran.

3. Promosikan produk secara organik di media elektronik
Metode organik disini seperti mempromosikan produk melalui marketplace, sosial media, blog, media periklanan, dan lain-lain yang umumnya gratis. Kamu bisa mengajak kerja sama e-commerce lain untuk saling mempromosikan produk satu sama lain. Selain itu, kamu juga bisa mempelajari teknik marketing dari kompetitormu. Ingat, dipelajari ya, bukan copy-paste. Kamu bisa mempromosikan produkmu secara hard selling ataupun soft selling sesuai dengan kebutuhanmu.

4. Melakukan promosi produk dengan metode berbayar
Kalau sudah berhasil menjalani bisnis dengan metode organik, sudah dapat profit lumayan dan mau mengembangkan bisnis lebih dalam, kamu bisa naik level ke metode promosi yang berbayar. Kamu bisa mencoba promosi melalui social media atau marketplace advertising, paid promote, endorsement, SEO, dan media promosi berbayar lainnya. Tapi ingat, untuk berhasil dalam teknik ini, kamu benar-benar membutuhkan skill marketing dan analisis data yang baik, karena kamu akan selalu berhubungan dengan data untuk analisis strategi berikutnya. Kalau gagal atau rugi, jangan down ya, tapi carilah solusi bagaimana cara supaya bisa mencapai target. Jangan mengeluh, selalu belajar dari kegagalan. Karena semua entrepreneur nggak ada yang sukses tanpa merasakan kegagalan. Jadi, itu adalah hal yang sangat wajar.

5. Jangan malas bergaul dengan para pebisnis lainnya
Banyak-banyaklah belajar dari mereka yang sudah sukses duluan. Pelajari bisnisnya, cara berpikirnya, sikapnya, dan cara dia menanggapi sesuatu. Bahkan sebenarnya mereka itu nggak pelit ilmu, lho. Sebagian besar orang-orang yang sudah sukses selalu suka sharing. Kamu bisa menjumpai mereka di dalam komunitas bisnis ataupun melalui seminar dan workshop tentang bisnis. Calon pengusaha sukses itu nggak ngumpet di rumah saja, lho.

6. Teknik closing yang wajib kamu miliki
Nah, setelah kamu mendapatkan calon pembeli dari hasil promosimu, apa langkah selanjutnya yang harus kamu kuasai?
Yaps, teknik closing. Disini, kamu perlu menjadi seorang influencer, membuat seseorang yang tadinya setengah-setengah tertarik dengan produk kita atau cuma mau nanya-nanya saja, tapi akhirnya berujung dengan jadi membeli. Jangan pernah membiarkan percakapan putus sampai di kamu ya, selalu tanyakan tentang kebutuhan dan keinginan customer. Pahami masalah mereka, apa yang mereka butuhkan, lalu kaitkan solusi dengan produk yang kamu tawarkan. Kalaupun mereka nggak jadi membeli sekarang, nggak apa-apa. Mungkin sekarang dia bukan jodohmu, tetapi siapa tahu dia akan membeli produkmu di bulan depan, kan?

7. Pertahankan customer yang loyal
Setelah kamu berhasil menjual produkmu ke satu orang, tidak menutup kemungkinan bahwa dia akan kembali membeli produk kamu. Pertahankan kualitas produk dan jalin relasi yang baik dengan dia. Selalu berinovasi dan kembangkan ide-ide baru tentang produk, lalu kemudian tawarkan lagi padanya di lain waktu. Teruslah menyediakan suatu produk yang dibutuhkan oleh banyak orang, bukan hanya sekedar produk yang kamu sukai.

Kalau kamu mau punya bisnis yang sehat, 6 keahlian ini sudah otomatis wajib untuk kamu miliki. Selalu bertanggung jawab, sabar, jujur, dan konsisten ya. Pada akhirnya, bisnis ikut berperan dalam mendewasakan kita. Semoga bermanfaat!

6 Rekomendasi Buku Self Improvement

Seperti yang kita ketahui, kebiasaan dalam memilih buku-buku yang akan kita baca itu sangat berpengaruh dalam pembentukan karakter, lho. Maka dari itu, pedoman dan bacaan yang berkualitas akan membentuk karakter yang berkualitas juga. Yuk, gunakan waktu luangmu selama di rumah agar menjadi lebih produktif dengan membaca buku-buku self improvement berikut:

1. The 7 Habits of Highly Effective People
Buku ini ditulis oleh Stephen Covey yang setiap bab didedikasikan kepada satu kebiasaan, dengan total tujuh kebiasaan yang efektif pada seluruh bab. Tujuh kebiasaan yang efektif tersebut adalah dengan menjadi orang yang proaktif, merujuk pada tujuan akhir, menentukan yang utama atau skala prioritas, berpikir win-win solutions, berusaha untuk memahami terlebih dahulu baru memahami, prinsip kerja sama kreatif, dan ‘asahlah gergaji’ (principles of balanced self-reward). Dengan demikian kebiasaan-kebiasaan yang baik akan menciptakan karakter yang baik juga.

2. How To Win Friends & Influence People
Buku ini ditulis oleh Dale Carnegie yang menjelaskan tentang 6 cara untuk membuat orang menyukai kita, 12 cara untuk membuat orang menerima pemikiran kita, dan 9 cara untuk membawa pengaruh dan perubahan bagi setiap orang. Ini sangat cocok untuk kamu yang ingin memperluas pergaulan ataupun ingin berkarier sebagai influencer, lho.

3. Think & Grow Rich
Buku ini ditulis oleh Napoleon Hill yang secara garis besar bertujuan untuk menanamkan mindset, kesadaran, dan keyakinan yang kuat untuk memiliki perilaku dan cara berpikir seperti orang sukses. Sebelum kita dapat mengumpulkan kekayaan dalam jumlah besar, kita perlu menarik pikiran kita dengan keinginan dan rencana yang kuat untuk meraihnya. Buku ini berfokus dalam mengasah pola pikir yang kuat (master mind) dalam meraih kesuksesan.

4. Grit: The Power of Passion and Perseverance
Apakah kamu pernah bertanya-tanya kenapa orang yang punya bakat alami malah sering gagal mencapai potensi mereka sementara orang lain yang nggak terlalu berbakat bisa menggapai hal-hal yang menakjubkan? Buku ini ditulis oleh seorang psikolog perintis, Angela Duckworth, yang akan menunjukkan bahwa pencapaian yang luar biasa bukanlah didapat hanya karena bakat semata, tetapi perpaduan istimewa antara passion dan kegigihan. Yuk, cari tahu rahasianya!

5. The Magic of Thinking Big
Ini juga salah satu buku yang menuliskan tentang dahsyatnya cara berpikir kita agar dapat menjadi orang yang luar biasa. Kamu adalah buah dari pola pikir kamu. Buku ini ditulis oleh David Schwartz, yang akan menjawab semua kegalauanmu sekaligus mematahkan pendapat orang-orang yang pesimis seperti “Nggak ada lagi peluang untuk memimpin karena sudah terlalu banyak pemimpin di luar sana” atau “Apa yang terjadi, terjadilah. Kita cuma mengikuti arus dan menerima takdir” atau “Kesuksesan itu nggak sepadan dengan harga yang harus kamu bayar, sangat sulit” dan lain-lain. Semua itu nggak benar lho ya, kamu bisa menemukan jawabannya lebih lanjut melalui buku ini.

6. Second Chance
Buku ini ditulis oleh Robert Kiyosaki yang berfokus pada keputusan cerdas yang kita ambil dalam mengelola finansial. Untuk kamu yang ingin belajar mengelola finansial dan memahami lebih dalam apa itu aset dan liabilitas, boleh banget baca buku ini. Kalau kamu pernah gagal atau mengalami kebangkrutan di masa lalu, maka akan selalu ada kesempatan kedua untuk kamu memperbaikinya agar bisa menjadi seorang pemenang yang memiliki kendali atas masa depan dengan pengelolaan finansial yang baik. Jangan menyerah ya!

Nah, itulah rekomendasi buku-buku yang bisa kamu baca di sela-sela waktu luangmu agar dapat menjadi lebih produktif. Semoga bisa menjadi orang yang lebih bermanfaat melalui bacaan yang bermanfaat. Selamat membaca!


Tuesday, June 16, 2020

Gagal Interview Kerja Berkali-Kali? Jangan Menyerah! Simak 10 Tips Berikut

Banyak yang mengatakan kalau fresh graduate susah mendapatkan pekerjaan, peluangnya kecil, dan saingannya banyak. Sekalinya dapat tawaran kerja, gajinya rendah banget, bahkan di bawah UMR. Ada juga yang sudah lulus lama, tapi masih tak kunjung mendapat pekerjaan, padahal sudah menyebar CV ratusan kali dalam sehari. Seperti yang kalian tahu, kalau salah satu penyebab gagal diterima di suatu perusahaan itu karena kita nggak memenuhi kualifikasi perusahaan, apalagi nggak meyakinkan saat proses interview.

Nah, apa saja sih yang perlu teman-teman siapkan sebelum proses interview? Yuk, simak tips berikut.

1. Pastikan kamu sudah latihan tanya jawab seputar interview 
Selalu siapkan diri dengan mantap dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan interviewer. Salah satunya dengan mencari tahu pertanyaan-pertanyaan apa saja yang kira-kira akan ditanyakan. Setelah itu, latihan tanya jawab di rumah, nggak masalah kok jika kamu tanya jawab sendiri di depan cermin atau merekam prosesnya. Hal ini akan membuat kamu lebih rileks dan percaya diri ketika sudah menghadapi interview yang sesungguhnya. Siapkan jawaban terbaikmu, kalau perlu siapkan juga versi Inggrisnya. Tetaplah menjawab pertanyaan yang relavan dan jadilah diri sendiri, tanpa dilebih-lebihkan atau berbohong, ya. Jadilah versi terbaik dari dirimu, guys.

2. Usahakan jangan datang terlambat 
Disarankan untuk datang 15 menit sebelum jadwal interview  dimulai. Lebih baik jangan terlalu pagi atau kesiangan. Kalau terlalu pagi, apalagi sampai 1-2 jam sebelum jadwal interview dimulai, nggak menutup kemungkinan akan menimbulkan kesan seperti pengangguran yang nggak punya kesibukan lain. Kita punya waktu 1-2 jam tapi malah dipakai untuk bengong-bengong menunggu jadwal interview. Nah, ini kesannya seperti nggak menghargai waktu yang ada. Tetapi jangan sampai kesiangan juga ya, nanti kamu malah dianggap nggak bisa on time dan menimbulkan kesan buruk. Sebagai tambahan, kalau punya blazer, lebih baik dipakai. Lebih baik kelebihan daripada kekurangan.

3. Tunjukkan skill yang kita miliki kepada interviewer
Ketika diinterview, jangan ragu untuk mengatakan semua skill yang kita punya, beri tahu apa saja yang sudah kita capai dan prestasi apa saja yang kita miliki di bidang tersebut. Disini kita sedang menjual kualitas diri kita. Akan tetapi perlu diingat, katakan skill yang relevan dengan bidang pekerjaan yang kita lamar, ya. Karena nggak lucu kan, jika kita melamar pekerjaan di bidang marketing, tetapi kita malah menceritakan pengalaman kita saat menjadi juara lomba menyanyi di saat TK dulu.

4. Jawaban atas menjawab pertanyaan "Jelaskan tentang diri kamu"
Nah, salah satu pertanyaan ini juga penting banget untuk dimaksimalkan, lho. Kedengarannya mungkin sepele, tetapi dari sinilah interviewer dapat mengetahui kamu adalah orang yang seperti apa, sesuai atau tidak dengan posisi yang kamu lamar. Oleh karena itu, cukup ceritakan keahlian yang kamu miliki, pengalaman kerja atau magang yang sesuai dengan bidang tersebut, dan prestasi apa saja yang sudah pernah kamu raih. Jangan malah menceritakan kisah kehidupan pribadi dari masa kecil sampai sekarang, ya, karena interviewer sama sekali nggak tertarik dan nggak mau tahu-menahu mengenai curhatan suka duka hidup kita. 

5. Kuasai tugas akhir alias skripsimu sendiri
Kenapa satu hal ini penting? Well, kalau kamu sekarang masih kuliah, mungkin banyak yang menganggap ini nggak penting, yang penting asal lulus saja sudah bagus. Tetapi berdasarkan pengalamanku, skripsi ini cukup sering ditanyakan oleh interviewer, lho. Khususnya bagi kamu yang menyandang status fresh graduate. Nah, kalau mau maksimal dalam menjelaskan skripsimu, kamu perlu menguasai sampai ke seluk beluknya kan? Jangan sampai malah nggak bisa menjelaskan tentang topik skripsimu sendiri, ya.

6. Perhatikan etika dan bahasa tubuh yang baik
Bersikaplah formal tetapi tidak kaku. Berikan senyuman dan jangan pasif-pasif banget. Selalu memulai percakapan dengan berjabat tangan dan perkenalkan diri, kemudian duduk setelah dipersilakan untuk duduk. Ciptakan suasana interview yang rileks dan jadilah kandidat yang proaktif. 

7. Tujuan bekerja yang jelas dan kompatibel dengan perusahaan
Apa yang akan kamu jawab ketika interviewer menanyakan hal ini?
"Apa sih yang membuat kamu memutuskan untuk bekerja disini? Apakah supaya dapat gaji atau apa? Kenapa nggak menjadi wirausaha saja seperti keluargamu?"
Biasakan untuk mencari tahu latar belakang perusahaan yang hendak kamu tuju, ya. Jelaskan tentang alasanmu mengapa kamu memilih perusahaan tersebut dan kenapa bukan perusahaan lain yang serupa. Kemudian, jelaskan tentang passion dan skill kita yang relevan, lalu kontribusi seperti apa yang akan kita terapkan di perusahaan tersebut nantinya. Pastikan bahwa kamu menjelaskan rencana kontribusi yang baik dan optimal yang memang dibutuhkan oleh perusahaan tersebut, ya. Mencari pengalaman kerja itu mungkin memang menjadi tujuanmu, tetapi bukan berarti semuanya harus disampaikan secara terang-terangan, kan? Jika sampai tetap diminta untuk memilih bekerja karena pengalaman atau uang, kamu bisa menjawab kalau kamu memang memerlukan kedua hal tersebut, yang dimana keduanya akan otomatis kamu peroleh setelah bekerja.
"Saya kira perusahaan ini menyediakan kedua hal tersebut. Tetapi kalau memang ternyata disini tidak menyediakan keduanya atau hanya dapat salah satunya saja, saya rasa akan lebih baik kalau saya mendapatkan kedua hal tersebut di perusahaan lain."

8. Tetaplah percaya diri dan jangan ragu dalam menjawab
Katakan bahwa kita suka belajar. Beri tahu hal-hal apa saja yang sudah kita pelajari dan bagaimana hasilnya, lalu kemudian apa yang sedang fokus kita pelajari saat ini. Umumnya, interviewer itu sangat tertarik dengan orang yang suka belajar. Kenapa?
Return on investmentnya tinggi. Apalagi kalau kita fresh graduate, kita dibayar setara gaji pemula yang berarti belum memiliki pengalaman sama sekali, tetapi impact untuk perusahaan jadi lebih tinggi karena karyawannya suka belajar. Nggak perlu susah payah ditraining sampai urat putus, karena kita selalu senang mencari pengetahuan, improvisasi diri, dan punya potensi yang baik bagi perusahaan ke depannya. Costnya murah, returnnya tinggi.
Hindari menjawab "nggak tahu." Ketika ditanya apakah ada pertanyaan, hindari jawaban "nggak ada." Pikirkan jawaban dan pertanyaan yang terbaik, lalu tunjukkan sikap antusias terhadap interviewer.

9. Berikan jawaban yang relevan dan gunakan bahasa yang profesional
Selalu gunakan bahasa yang profesional juga nggak kalah pentingnya, lho. Contohnya, kalau kamu memiliki pengalaman berjualan online atau memiliki toko online, jangan katakan "Saya pernah memiliki pengalaman di bidang sales, karena saya memiliki online shop yang saya rintis sendiri dari nol." Tetapi akan lebih baik jika kamu mengubah kata online shop tersebut menjadi pengalaman "mengelola e-commerce sendiri."
Kemudian, tidak semua pertanyaan interviewer wajib kamu jawab, lho. Terkadang, ada beberapa interviewer yang menanyakan hal-hal yang nggak relevan dan nggak ada kaitannya dengan pekerjaan yang kamu lamar. Contohnya, "Agama kamu apa?" atau "Kamu berstatus single atau sudah menikah?" atau "Kamu sudah punya pacar belum?"
Nah, kalau kamu ditanyakan hal-hal semacam ini, kamu nggak harus dan nggak punya kewajiban untuk menjawab kok, karena semua itu adalah privasimu. Sampaikan bahwa kamu keberatan menjawab karena itu adalah privasi dan sama sekali nggak berkaitan dengan pekerjaan yang sedang kamu lamar.

10. Jangan down kalau ditolak perusahaan yang kamu incar
Ditolak perusahaan itu adalah hal yang sangat wajar sekali, karena ada ratusan kompetitor yang melamar posisi tersebut di perusahaan yang sama. Masih banyak perusahaan lain yang mampu merekrutmu dengan posisi yang lebih baik. Selalu pelajari teknik interview dari hari ke hari, buat catatan atau rekap interview yang sudah kamu lakukan, belajarlah dari pengalaman tersebut. Cari tahu kesalahan-kesalahan kecil dalam menjawab yang telah kamu lakukan sebelumnya, kemudian dipelajari untuk proses interview berikutnya agar dapat berjalan dengan lebih baik dan maksimal. Kamu bisa belajar melalui internet, bertanya ke orang-orang yang sudah berpengalaman, ataupun orang yang sudah pernah berpengalaman menjadi HRD. Pelajari dengan konsisten dan kamu akan memperoleh hasil yang maksimal juga sesuai dengan usahamu.

Itulah tips-tips interview yang bisa membantumu sebelum memulai proses wawancara kerja. Semoga bermanfaat dan jangan pernah menyerah, ya!

Ngomong-ngomong, karena aku menerima banyak sekali tanggapan positif dari mereka yang sudah membaca blog-ku, aku sangat terbuka untuk review CV jika ada yang perlu bantuan untuk itu. Kalian bisa kirim pesan denganku melalui LinkedIn dan kirim CV-mu disana, aku akan bantu review. Kalau perlu diskusi seputar pertanyaan-pertanyaan interview, aku juga sangat terbuka untuk diskusi. I will help you as good as I can. It's free, please don't hesitate to me. Semangat dan semoga berhasil meraih pekerjaan impianmu ya! 😊

Sunday, June 14, 2020

[Curhat Olshop] Pengalaman dengan Customer yang Cukup Ribet

Sesekali rileks yuk, kali ini aku nggak bahas yang dalam-dalam dulu dan menulis lebih santai~
Sebenarnya ini konten lamaku, sudah pernah dipublish tahun 2018 sebelumnya disini, aku baru baca lagi dan agak lucu juga sih haha
Sekarang aku repost di blog ini. By the way, ini pengalaman pribadi dan diangkat dari kisah nyata wkwk kalau mau saja dibaca, kalau enggak skip aja. Buat yang bilang aku cuek dan tidak berperasaan, aku bisa sesabar ini kalau itu memang role dan job desc ku :p ehehe

--------------------------------------------------------------------------------------------------

Halo, berhubung online shop yang aku punya ini udah jalan cukup lama, tepatnya sejak 2014 ya jadi udah teramat sangat banyak suka dukanya yang terjadi haha
Jadi kali ini aku punya salah satu pengalaman menarik yang mau aku share, yaitu kedapetan customer anak SD yang lumayan ribet dan bertele-tele sekali. Ngga cuma ga punya rekening, tapi jujur aja ya diperlukan kesabaran ekstra untuk menghadapinya :p
Berikut screenshot chat dari awal mula percakapan sampai ke akhirnya.

1. Pada awalnya dia chat ke whatsapp, dan aku masih belum ngeh kalau ternyata dia ini masih SD. Karna belum stalking instagramnya jadi belum tau asal-usulnya haha


2. Disini udah mulai tampak kalau ternyata dia suka nge-spam dan nggak sabaran



Sampe sini udah rada males ladeninnya karena udah ada kalimat sakti pembeli yaitu "nanti aku kabarin lagi ya kalo jadi" 
HAHA! Buat para seller pasti udah bosen nih sama kalimat ini yang ujung-ujungnya mereka menghilang entah kemana :p
Pernah juga aku follow up yang akhirnya malah diblock hiks
Tapi ya jangan baper baru gitu doang, masih banyak pembeli lainnya kok hehe

4. Spamers mulai beraksi. Liat aja ini udah minta jangan mahal-mahal, eh dispam pula. Ini dia voice call dan spam huruf P gitu sampe puluhan kali sis totalnya.. haduh #bantinghp 




Wew murah ya dek, mantap deh.
Kalo inget jaman gue SD, 17rb itu mahal bro :p ahahaaha
Ngga banyak duit kayak si adek ini~

5. Makasih ya udah spam sampe puluhan kali lalu sekarang dispam lagi dengan typo-mu :)


6. Iya kak gapapa, aku udah biasa kok ditanyain dan dispam gini :") haha


7. Kira-kira bakal jawab apa nih kalo dichat gini? 
Cara bayar dan cara terima barangnya gimana kak?


8. Yak, mari kita jelaskan~


9. Bayar orderan di marketplace via kantor pos itu pake alamat, no rek, atau kode pos?



Padahal sebenernya aku baru kirim hasil preview ketika customer udah transfer. Tapi buat kamu apa sih yang ngga dek :D
Mumpung dia request designnya juga ga susah jadi aku bikinin dulu aja.


10. Untuk pengisian alamatnya pun harus aku contohin juga ya? Oke ga masalah, buat kamu apa sih yang ngga dek :D




11. Dia spam ini sampe 35 chat, cuma manggil "kak"...









Sabar atuh kak, nangis nih T.T #nyalainshower

12. Dan ini dia taraaaaa! Sampe emaknya pun ikut turun tangan balesin chatnya :p haha
Alamat yang si adek kasih diatas itu ternyata salah, dibenerin ini sama emaknya. Haduh dek, untung belum dikirim ya barangnya, kacau deh kalo paketnya nyasar :(


Oh ternyata dek wina baru pertama kali belanja online toh. Cool!




Iya gapapa aku tungguin, semangat bantuin mama ya dek :)


13. Dan akhirnya selesai juga transaksi ini, diakhiri dengan transferan yang masuk. Makasih banyak loh dek, kamu sangat menghargai usahaku :") haha



14. Makasih banyak! Akhirnya dia mencoba untuk merekomendasikan ke teman-temannya :D


Oh iya ngga cuma sampe sini aja loh, dia juga mempromosikan daganganku ke instagramnya hihi
Baik juga kamu dek, makasih ya <3



Taraaa.. akhirnya case sudah diterima dengan baik.


Melalui kisah ini yang mau aku share adalah kalo ternyata ngga semua anak kecil yang nyasar ke olshop kita itu ngga serius beli atau cuma nanya-nanya doang. Bisa jadi mereka mau beli tapi ngga tau caranya, sama seperti kasus diatas. Tetep layanin dengan sabar, kalo berjodoh ya berujung closing kan. Bahkan direkomendasikan lagi ke teman-teman lainnya :)

Ini bukan yang pertama kalinya, sebelum-sebelumnya udah banyak banget customer yang datang dan menghilang begitu saja tanpa kabar, apalagi yang bocah. Cuma ya jangan baper dan jangan langsung beranggapan "semua customer bocah itu sama aja" :p

Yang kedua adalah menurutku dia ini termasuk salah satu anak generasi jaman now yang cukup gigih. Bisa diliat dia berusaha banget ngejer informasi untuk belajar cara belanja online. Dia nanya A sampe Z, bahkan dia itu sampe bolak-balik dari rumah-kantor pos-alfamart-rumah-alfamart lagi cuma untuk ngurusin pembayaran aja. Jadi jangan mau kalah ya sama anak kecil yang bersemangat banget untuk belajar :D

Lalu yang terakhir, coba jangan beda-bedain customer, layanin mereka sama layaknya seperti customer lain yang serius mau mengorder barang. Dan yang paling penting adalah tetap sabar dan berikan pelayanan sebaik mungkin sehingga dia nyaman dan melakukan repeat order dalam jumlah yang lebih banyak.
Good luck !

--------------------------------------------------------------------------------------------------

Satu hal yang membuatku sukacita setelah membaca tulisan ini kembali, semangat anak ini untuk belajar transaksi online cukup gigih. Kadang hal-hal yang sederhana seperti ini cukup membuatku salut. Orang yang cerdas ketika dia berhasil mencapai sesuatu tidaklah heran. Tetapi orang yang tadinya tidak tahu, kemudian menjadi tahu karena belajar dan berusaha keras, itu keren dan luar biasa. Nggak ada orang yang terlihat bodoh bagiku kalau dia gigih seperti ini :)